Tersingkap sudah tabir rahasia gelap selama ini, ketakutan hidup yang begitu jelas merayap laksana belenggu pengikat.
Aku yang telah lama terikat dalam ruang senyap sunyiku, meratap dalam keluh gundahku, menangis dalam isak tak berpilu.
Sampai kapan kan kusimpan setiap dendam, tubuhku kaku terbungkus kenaifan, sukmaku terhempas pada relung kehampaan.
Tanpa sapa hanya seloroh jerit keakuan, tanpa cerita, hambar tak bertuan.
Aku mengadu disetiap nafas luka-luka masalalu. Aku bertanya dan terus bertanya dengan lelah leleh keringatku, masihkah ku mampu menapak hari esok yang samar lewati pintu keangkuhan….
sementara lirih sayup terdengar kumandang genta.
Berdendang larung dalam kesenyapan dan kutemui sosok yang telah lama kuabaikan.
Duhai Engkau Sang Penguasa Segala Hati….
kuingin kembali kejalanMu, bercengkrama bersamamu seperti dulu, nikmati hembusan kasih dan cintaMu agar tegar dan ikhlas diriku dalam meneruskan langkah dan gelora hidupku dikesejatianMu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar